Tampilkan postingan dengan label Penemu Dalam Dunia Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemu Dalam Dunia Transportasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Pencetus Konsep Dasar Pesawat Terbang - Ibnu Firnas


Abbas Qasim Ibnu Firnas (di Barat dikenal dengan nama Armen Firman) dilahirkan pada tahun 810 Masehi di Izn-Rand Onda, Al-Andalus (kini Ronda, Spanyol). Dia dikenal ahli dalam berbagai disiplin ilmu, selain seorang ahli kimia, ia juga seorang humanis, penemu, musisi, ahli ilmu alam, penulis puisi, dan seorang penggiat teknologi. Pria keturunan Maroko ini hidup pada saat pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia (Spanyol).

Pada tahun 852, di bawah pemerintahan Khalifah Abdul Rahman II, Ibnu Firnas memutuskan untuk melakukan ujicoba ‘terbang’ dari menara Masjid Mezquita di Cordoba dengan menggunakan semacam sayap dari jubah yang disangga kayu. Sayap buatan itu ternyata membuatnya melayang sebentar di udara dan memperlambat jatuhnya, ia pun berhasil mendarat walau dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu Firnas inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama di dunia.

Keberhasilannya itu tak lantas membuatnya berpuas diri. Dia kembali melakukan serangkaian penelitian dan pengembangan konsep serta teori yang ia adopsi dari gejala-gejala alam yang kerap diperhatikannya.

Pada tahun 875, saat usianya menginjak 65 tahun, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuah mesin terbang yang mampu membawa manusia. Setelah versi finalnya berhasil dibuat, ia sengaja mengundang orang-orang Cordoba untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di Jabal Al-‘Arus (Mount of the Bride) di kawasan Rusafa, dekat Cordoba.

Rabu, 05 Februari 2014

Penemu Kapal Selam - Cornelius van Drebbel


Cornelius van Drebbel lahir di Alkmaar tahun 1572 di negara Belanda, ia merupakan penemu dari kapal selam pertama yang mewujudkan desain dari leonardo da vinci. Setelah beberapa tahun bersekolah di Alkmaar, sekitar tahun 1590, ia kemudian bersekolah di Haarlem, yang juga terletak di Utara Belanda. Guru di Akademinya adalah Hendrick Goltzius, pemahat, pelukis dan humanis, Karel van Mander, pelukis, penulis, humanis dan Cornelis Corneliszoon dari Haarlem. Drebbel menjadi pemahat terampil. Pada tahun 1595 ia menikah dengan Sophia Jansdochter Goltzius, adik Hendrick. Mereka memiliki 4 anak. Pada 1600, Drebbel berada di Middelburg di mana ia membangun sebuah air mancur di Noorderpoort.

Dia bertemu dengan Hans Lippershey yang merupakan konstruktor teleskop dan rekan dari Zacharias Jansen. Drebbel belajar grinding lensa dan optik. Sekitar 1604 keluarga Drebbel kemudian pindah ke Inggris, mungkin atas undangan raja baru, James I dari Inggris (VI dari Skotlandia). Drebbel juga bekerja di pengadilan. Pada tahun 1610 Drebbel dan keluarga diundang untuk datang ke istana Kaisar Rudolf II di Praha. Setelah kematian Rudolf pada tahun 1612, Drebbel kembali ke London. Sayangnya pelindungnya pangeran Henry meninggal dan Drebbel kesulitan keuangan. Awalnya, pembuat sketsa kapal selam adalah Leonardo da Vinci (1452-1519), sedangkan William Bourne merancang rencana pembuatan kapal tersebut (1578). Tapi, yang berhasil membangunnya adalah Cornelius van Drebbel pada 1620.

Awalnya, dia hanya melihat sketsa-sketsa yang dibuat dua temannya itu. Lalu, perlahan van Drebbel mencoba merealisasikan sketsa yang menurutnya unik tersebut. Standar pembangunannya tetap memakai sketsa Bourne. Yaitu, menggunakan prinsip bahwa kapal dapat tenggelam bila tangki diisi air. Apabila kapal akan dinaikkan ke permukaan, tanki air dikosongkan terlebih dahulu. Lalu, van Drebbel mencoba menerapkan hukum Archimedes dengan memakai dayung sebagai penggerak. Tidak cukup sampai di situ, van Drebbel terus
meng-upgrade kapal selam buatannya. Terutama dalam hal desain dengan membentuknya seperti susunan dua perahu dan ditutup kulit. Lubang-lubang dayungan dibuat lebih rekat sehingga tidak kemasukan air. Van Drebble tidak menggunakan sistem balas, tapi mencoba dengan besi agar perahu lebih mudah menyelam.

Biografi Cornelius Van Drebbel

Kapal selam itu menjadi kapal selam yang paling tua. Sebab, badannya masih dibuat dari kulit binatang dan rangka kayu. Van Drebbel juga membungkus kayu dasar kapal dengan bahan waterproof dan dayung perahu dengan kulit. Penambahan tabung udara dilakukan van Drebbel untuk menyediakan oksigen. Perjalanan pertamanya dilakukan bersama 12 pendayung di Sungai Thames. Dalam uji coba tersebut, kapal itu berhasil menyelam sedalam 360-450 cm di bawah Sungai Thames, London, selama 2-3 jam.

Biografi Cornelius Van Drebbel

Model terakhir yang dibuat van Drebbel mempunyai enam dayung dan dapat menampung 16 penumpang. Kapal itu dapat menyelam selama tiga jam dan belayar hingga 12-15 kaki (4-5-meter) di bawah permukaan air. Track-nya dimulai di Westminster menuju Greenwich pulang pergi. Kapal selam yang tampak seperti bentuk cerutu tersebut dibuat hidrodinamik. Menurut van Drebbel, hidrodinamik dapat mengurangi hambatan ketika tenggelam. Dengan begitu, kapal dapat tenggelam secara mulus. Kapal selam itu mempunyai kecepatan sekitar 18 km/jam. Saat ini kapal selam temuan van Drebbel mulai dikembangkan untuk tujuan militer. Terutama sebagai kapal selam perang. Hal tersebut sebenarnya jauh dari keinginan Drebbel ketika pertama membuat kapal selam. Dia tidak ingin kapal selam buatannya menjadi alat pembunuh

Penemu Kapal Api - Robert Fulton


http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:HSJD6shef0fo0M
Robert Fulton (14 November 1765 – 24 Februari 1815) adalah seorang insinyur dan penemu yang secara luas dipuji karena mengembangkan kapal uap pertama yang sukses secara komersial. Di tahun 1800 dia ditugaskan oleh Napoleon Bonaparte untuk merancang Nautilus, yang pertama dalam sejarah kapal selam praktis.
Fulton telah  tertarik pada kapal uap pada tahun 1777 ketika ia mengunjungi William Henry dari Lancaster, Pennsylvania, yang sebelumnya belajar tentang mesi  uap James Watt pada kunjungan ke Inggris. Henry kemudian membuat mesin sendiri dan pada tahun 1767 ia telah mencoba meletakkan mesin ke perahu. Eksperimen itu gagal karena kapal tenggelam, tetapi minatnya terus berlanjut.

Sabtu, 01 Februari 2014

Pendiri Mobil Toyota - Kiichiro Toyoda

Pendiri Toyota - Kiichiro Toyoda

Toyota dapat dikatakan sebagai sebuah ikon penting yang selalu dikaitkan dengan negeri matahari terbit, Jepang. Orang penting di balik keberhasilan industri mobil Toyota tersebut adalah seorang tokoh Jepang, pendiri Toyota yang bernama Kiichiro Toyoda (11 Juni 1894 – 27 Maret 1952), seorang pengusaha terkemuka Jepang.


Kiichiro Toyoda anak dari seorang pengusaha industri penenunan, juga seorang tokoh Jepang terkemuka bernama Sakichi Toyoda. Atas gagasan Kiichiro lah, haluan industri penenunan milik sang ayah diubah menjadi industri kendaraan, hingga mencapai keberhasilan.

Sakichi Toyoda sendiri adalah seorang penemu dan industrialis terkemuka di Jepang. Jenis mesin penemuannya yang terkenal adalah mesin tenun otomatis yang langsung dapat berhenti (disebut jidoka) jika terdapat kerusakan atau masalah.

Prinsip yang terdapat pada mesin jidoka kemudian dipakai juga pada industri mobil yang dikembangkan oleh Kiichiro. Sakichi Toyoda mempunyai keturunan yang meneruskan industri yang telah dirintisnya. Hanya saja, keturunan Sakichi yang mengembangkan industri mobil Toyota, dimulai dari sang anak, Kiichiro.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRErSH8I9OQ_Jjbu5CqTDXCJ-S8ffZcI9WGuKsHug0-Qgf31F0uYqvSg9wI0OlgN8UD7vF9CBVaOYEbAnLTIorJ6L8x05Dw33rZeeiWota9Wu7SXZ0TotGvYnkoL0FFv3O_NUP_LeW_q9g/s1600/Sakichi+Toyoda.jpg
Sakichi Toyoda

Kiichiro Toyoda membuat keputusan untuk mengubah haluan industri penenunan (tekstil) sang ayah menjadi industri mobil, dengan alasan untuk mengatasi kondisi perindustrian saat itu.
Industri baru yang diberi nama dengan Toyota Motor Corporation (TMC), didirikan pada 28 Agustus 1937. Industri baru tersebut memiliki markas besar di kota Toyota, Aichi, dan di Tokyo. Tahun 2009, perusahaan ini mempekerjakan sekitar 71.116 karyawan di seluruh dunia dan menjadikannya sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia. Perusahaan ini berkembang pesat sejak didirikannya, mengembangkan teknologi baru yang belum pernah dilakukan oleh perusahaan mobil manapun kala itu.

Mulanya, seluruh mobil yang diproduksi oleh TMC akan diberi merek dengan nama Toyoda, sesuai dengan nama keluarga para pendirinya. Hal ini diperkuat dengan logo perusahaan sebagai pemenang sayembara pembuatan logo tahun 1936, yang menuliskan nama ‘Toyoda’ dalam satu lingkaran.
Akan tetapi, perkembangan selanjutnya dipilih nama Toyota karena alasan lebih sederhana dan ada salah satu anggota keluarga pendirinya yang menikahi seseorang di luar keluarga Toyoda. Dengan demikian, ketika perusahaan ini resmi didirikan tahun 1937, dikenal dengan nama TMC, Toyota Motor Companies.
Selain itu, perubahan nama tersebut memberikan keuntungan penting pada TMC, karena ‘Toyoda’ berarti ‘tanaman padi yang subur’, membedakannya dengan sebuah perusahaan pertanian dalam benak orang yang mendengarnya.

Pada kenyataannya, operasional TMC dimulai sekitar tiga hingga empat tahun sejak perusahaan tersebut didirikan secara resmi tahun 1937, dengan dibuatnya jenis mobil penumpang pertama pada industri mobil tersebut.

TMC terdiri atas beberapa anak perusahaan, yaitu Toyota (sendiri dan termasuk mobil dengan merek Scion), Lexus, Daihatsu, dan Hino Motors. Selain itu juga, terdapat beberapa anak perusahaan non-kendaraan bermotor (mobil), seperti jasa layanan keuangan dan industri robotika.
TMC dapat dikatakan sebagai salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di dunia. Kiichiro berhasil mewujudkan industri impiannya, yang kemudian diteruskan secara turun-temurun kepada anak cucunya.

Ia berhasil menjunjung lima prinsip dasar yang dianut dalam perusahaannya tersebut, yaitu challenge (tantangan), improvement (pengembangan), go and see (terbuka), respect (saling menghormati), dan teamwork (kerja sama), menjadi sebuah industri kendaraan bermotor raksasa dunia.


Sakichi Toyoda bermimpi untuk mendirikan industri kendaraan bermotor yang dikenal tidak hanya di jepang. Impiannya tersebut berhasil diwujudkan oleh sang anak, Kiichiro Toyoda hingga tahun 1952.
Pada tahun tersebut Kiichiro meninggal sehingga tampuk kepemimpinan TMC dialihkan kepada seorang kepercayaannya yang juga saudara sepupu Kiichiro, yaitu Eiji Toyoda. Ia dipercaya karena berhasil mengembangkan mobil mewah yang diberi nama dengan ‘Lexus’.

Kiichiro memiliki tiga orang keturunan, dua orang anak laki-laki dan satu orang cucu laki-laki. Dua dari tiga keturunannya tersebut ikut serta dalam konglomerasi perusahaan kendaraan bermobil TMC, yaitu Shoichiro Toyoda (anak) dan Aikio Toyoda (cucu); Aikio adalah anak laki-laki Shoichiro.
Shoichiro memegang tampuk kepemimpinan TMC tahun 1982 dan 1992. Sementara Aikio akan memegang tampuk kepemimpinan tersebut tahun 2009.

Sumber: http://www.bambosi.com